Sejarah Desa

Desa sumberan adalah suatu desa di kecamatan Jaken Kabupaten pati yang memiliki luas ….m2. desa sumberan memiliki 5rt dan 1rw dan hanya memiliki satu dukuh, desa sumberan memang memiliki luas yang tidak terlalu luas bahkan desa sumberan memiliki daerah yang terkecil dibandingkan dengan desa yang lain di daerah kecamatan jaken atau bahkan di daerah kabupaten pati. Hal ini menimbulkan beberap pertanyaan tentang pantas atau tidaknya Desa Sumberan disebut sebagai desa. Pada tahun … desa sumberan sempat akan digabung dengan desa terdekat karena dinilai tidak memiliki wilayah dan penduduk yang memadai untuk disebut sebagai desa, tetapi dengan adanya arsip desa yang menegaskan bahwa desa sumberan sudah berdiri sejak 1917 yang menurut UU desa sumberan resmi disebut sebagai sebuah desa. Desa sumberan memiliki kurang lebih 250 KK yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani, hal ini sangat sesuai dengan wilayah desa sumberan yang sebagian besar adalah wilayah pertanian sedangkan wilayah penduduk tidak begitu besar. Wilayah pemukiman Desa sumberan tidak begitu rapat, masing-masing rumah memiliki pembatas berupa tanah yang dapat dilewati oleh pejalan kaki bahkan pengendara sepeda motor. Sangat berbeda dengan rumah didaerah perkotaan yang memiliki batas wilayah rumah berupa tembok atau bisa dibilang memiliki satu tembok sebagai pemisah antar rumah.

Desa sumberan yang memiliki penduduk yang sangat sedikit keadaannya sangat sepi karena banyak warga Desa sumberan yang mencari kerja diluar jawa atau sering disebut sebagai “merantau” sebetulnya banyak desa selain desa sumberan yang banyak warganya bekerja diluar jawa tetapi hal itu sangat dirasakan oleh Desa sumberan karena keadaan desa sangat berubah menjadi sangat sepi.

Desa sumberan adalah desa yang memiliki sumber mata air yang sangat melimpah. Banyak desa di sekitar yang menjadikan desa sumberan sebagai sumber mata air mereka. Hampir seluruh rumah di desa sumberan menggunakan air tanah sebagai sumber mata airnya dan juga bukan hanya untuk kebutuhan rumah, sumber mata air di Desa Sumberan juga diambil untuk keperluan bertani yang diambil dengan menggunakan alat penyedot air yang digunakan 24 jam, hal inipun sama sekali tidak mengurangi sumber mata air desa sumberan yang saat ini masih memiliki sumber mata air yang melimpah. Hal ini dulu digunakan oleh warga untuk bertani dan untuk kehidupan sehari-hari warga desa sumberan menggunakan pemandian sebagai sumber air mereka, tetapi dengan adanya perkembangan jaman seluruh warga sudah memiliki sumber air yang dapat dialirkan ke masing-masing rumah warga.

 

Arsip desa ini sangat mengesankan banyak orang, bukan hanya karena umurnya yang sidah lebih dari 100tahun tetaoi juga karena penulisannya yang masih menggunakan aksara jawa yang ditulis dengan aksara jawa yang sangat rapi dan bagus. Arsip desa inilah yang menyelamatkan desa sumberan dari penggabungan wilayah desa sumberan dengan Desa Mojolampir yang bertempat memang bersebelahan. Arsip desa ini berisikan tentang banyak hal yaitu keputusan rapat desa, perjanjian jual beli bahkan perjanjian-perjanjian penting lain yang memang menjadi urusan desa. Bahkan ada beberapa arsip desa yang menggunakan stempel belanda sebagai stempel resmi urusan desa, hal ini sangat wajar karena sebelum Indonesia merdeka desa sumberan sudah menjadi desa yang secara otomatis menjadi daerah jajahan belanda dan semua urusan pemerintahannya diatur oleh penjajah. Tetapi stempel belanda hanya berupa tempelan, dan dapat dibilang bahwa belanda hanya meresmikan beberapa hal yang dianggap sangat penting dan berurusan dengan wilayah jajahannya. Untuk arsip desa yang diresmikan oleh belanda adalah beberapa arsip yang menggunakan huruf alfabet yang kita gunakan sehari-hari saja, tetapi walaupun sudah menggukan huruf alfabet dalam penulisannya bahasa yang digunakan masih menggunakan bahasa jawa krama dan penulisannya juga masih menggunakan alat tulis berupa tinta.

Sayangnya arsip desa yang berharga ini sudah sangat memprihatinkan, walaupun sudah disimpan dengan rapi tetap saja kertas yang digunakan sudah berubah warna dan bahkan sebagian juga sudah mengalami kerusakan berupa sobek akibat dimakan oleh rayap, hal ini sangat memperihatinkan karena arsip desa tersebut adalah arsip yang sangat berharga, bukan hanya dalam segi isi yang tertulis didalamnya tetapi juga merupakan arsip desa yang merupakan sejarah yang harus dijaga agar tetap bisa dikenang dan dipelajari. Saat ini arsip tersebut sudah disimpan dengan rapi dan merupakan tanggung jawab sekretaris desa atau carik yang memang bertugas untuk mengurusi arsip desa. Arsip tersebut disimpan dalam sebuah lemari besi yang bercampur dengan arsip desa yang lain